HUBUNGAN
ANTARA BUDAYA DENGAN ETIKA
DISUSUN OLEH
:
Nama : Muhammad Adila Yusuf
Nama : Muhammad Adila Yusuf
NPM : 1D214089
Kelas : 3EA43
MATA KULIAH
ETIKA BISNIS
Dosen
: STEVANI ADINDA NURUL HUDA, SE., M.IBF
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
PENDAHULUAN
Budaya merupakan suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup
menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya
turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar
dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan
menentukan kegiatan berbisnis. Sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan
banyak cara terjalin
dengan kompleksitas masyarakat modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar
keuntungan adalah hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut
tidak merugikan banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan
berbisnis ada batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.
Perilaku etis dalam
kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis
itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama
jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis
yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan
juga bisnis yang baik secara moral.
Perilaku yang baik, juga dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai
dengan nilai-nilai moral.
Dalam kenyataanya
budaya sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam
perkembangna dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu
hal baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima
atau berkembang didalam Negara tersebut.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Secara Umum, Pengertian
Budaya adalah mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya
bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang
lain. Istilah Budaya berasal
dari kata Culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama
artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin "colere" yang
berarti mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau petani.
B. Pengertian
Etika
Istilah Etika berasal
dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika'
yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta
etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa,
padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara
berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti dari
bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya
istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan
filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul
kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens,
2000). Untuk menganalisis arti-arti etika, dibedakan menjadi dua
jenis etika (Bertens, 2000):
1. Etika
sebagai Praktis
a. Nilai-nilai
dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan
walaupun seharusnya dipraktekkan.
b. Apa
yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
2. Etika
sebagai Refleksi
a. Pemikiran
moral à berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang
harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
b. Berbicara
tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya.
c. Menyoroti
dan menilai baik buruknya perilaku orang.
d. Dapat
dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah.
C. Pengertian
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang
menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk
mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris
“business”, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Di dalam melakukan
bisnis, kita wajib untuk memperhatikan etika agar di pandang sebagai bisnis
yang baik. Bisnis beretika adalah bisnis yang mengindahkan serangkaian
nilai-nilai luhur yang bersumber dari hati nurani, empati, dan norma. Bisnis
bisa disebut etis apabila dalam mengelola bisnisnya pengusaha selalu
menggunakan nuraninya.
D. Pengertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah
sebuah sistem makna
bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah
sekumpulan karakteristik kunci
yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Robbins (2007), memberikan 7
karakteristik budaya sebagai berikut :
1. Inovasi
dan keberanian mengambil resiko yaitu sejauh mana karyawan diharapkan didorong
untuk bersikap inovtif dan berani mengambil resiko.
2. Perhatian
terhadap detail yaitu sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi,
analisis, dan perhatian pada hal-hal detil.
3. Berorientasi
pada hasil yaitu sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang
teknik atau proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4. Berorientasi
kepada manusia yaitu sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan
efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
5. Berorientasi
pada tim yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi pada tim
ketimbang individu-individu.
6. Agresivitas
yaitu sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
7. Stabilitas
yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya
status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
Sedangkan Schneider dalam (Pearse
dan Bear, 1998) mengklasifikasikan budaya organisasi ke dalam empat tipe dasar:
1. Control
culture.
Budaya impersonal nyata
yang memberikan perhatian pada kekonkretan, pembuatan keputusan yang melekat
secara analitis, orientasi masalah dan preskriptif.
2. Collaborative
culture.
Berdasarkan pada
kenyataan individu terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan secara
people-driven, organic dan informal. Interaksi dan keterlibatan menjadi elemen
pokok.
3. Competence
culture.
Budaya personal yang
dilandaskan pada kompetensi diri, yang memberikan perhatian pada potensi,
alternatif, pilihan-pilihan kreatif dan konsep-konsep teoretis. Orang-orang
yang termasuk dalam tipe budaya ini memiliki standar untuk meraih sukses yang
lebih tinggi.
4. Cultivation
culture.
Budaya yang
berlandaskan pada kemungkinan seorang individu mampu memperoleh inspirasi
Fungsi-fungsi budaya dalam
organisasi :
1.
BATAS
Budaya
berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan
atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi
lainnya.
2. IDENTITAS
Budaya
memuat rasa identitas suatu organisasi.
3. KOMITMEN
Budaya
memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada
kepentingan individu.
4. STABILITAS
Budaya
meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang
membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa
yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
Unsur- unsur kebudayaan dalam etika
berbisnis
Kebudayaan
suatu masyarakat menentukan bagaimana anggota- anggotanya berkomunikasi dan
berinteraksi satu sama lain. Unsur- unsur dasar kebudayaan adalah struktur
sosial, bahasa, komunikasi, agama, dan nilai- nilai serta sikap. Interaksi
unsur- unsur ini mempengaruhi lingkungan lokal yang merupakan tempat bisnis
internasional dijalankan.
1. Struktur
sosial
Struktur sosial adalah seluruh
kerangka yang menentukan peran individu- individu dalam masyarakat,
stratifikasi masyarakat, dan mobilitas individu dalam masyarakat tertentu.
a. Stratifikasi
sosial
Semua masyarakat mengelompokkan
orang- orang dalam batas tertentu berdasarkan kelahiran, pekerjaan, tingkat
pendidikannya, atau ciri-ciri lainnya. Namun, pentingnya kategori ini dalam
menentukan bagaimana individu-individu berinteraksi satu sama lain dalam dan
diantara kelompok-kelompok ini berbeda-beda dari satu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
b. Mobilitas
sosial
Mobilitas sosial adalah kemampuan
individu berpindah dari suatu strata masyarakat ke strata lainnya. Mobilitas
social cenderung akan lebih tinggi dalam masyarakat yang kurang
terstratifikasi.
2. Bahasa
Bahasa adalah cerminan utama
kelompok- kelompok budaya karena bahasa merupakan sarana penting yang dipakai
anggota- anggota masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain. Ada beberapa
jenis bahasa diantarnya:
a. Bahasa
sebagai senjata bersaing
b. Bahasa
perantara
d. Berkata
tidak
3. Komunikasi
Komunikasi diluar batas budaya,
secara verbal maupun non verbal adalah suatu keahlian yang sangat penting bagi
para manajer internasional, walaupun komunikasi sering dapat berlangsung salah
diantara orang- orang yang mempunyai kebudayaan yang sama, peluang
miskomunikasi akan sangat meningkat apabila orang- orang tersebut berasal dari
budaya yang berbeda.
4. Agama
Agama adalah aspek penting
kebanyakan masyarakat. Agama mempengaruhi bagaimana cara anggota- anggota
masyarakat berhubungan satu sama lain dan dengan pihak luar. Agama membentuk
sikap yang dimiliki pemeluknya terhadap pekerjaan, konsumsi, tanggung jawab
individu, dan perencanaan untuk masa depan.
E. Pengertian Etika Bisnis
Secara sederhana yang dimaksud
dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang
mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan,
industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak
tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis juga merupakan studi
yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi
pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan
perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana
standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat
modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan
kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Adapun prinsip-prinsip etika bisnis
yaitu sebagai berikut :
1. Prinsip
otonomi
Prinsip otonomi
memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang
yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya.
Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan
misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan
dan komunitasnya.
2. Kesatuan
(Unity)
Adalah kesatuan
sebagaimana terefleksikan dalam konsep yang memadukan keseluruhan aspek aspek
kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial menjadi keseluruhan yang
homogen,serta mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan yang menyeluruh.
3. Kehendak
Bebas (Free Will)
Kebebasan merupakan
bagian penting dalam nilai etika bisnis,tetapi kebebasan itu tidak merugikan
kepentingan kolektif.Kepentingan individu dibuka lebar.Tidak adanya batasan
pendapatan bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif berkarya dan bekerja
dengan segala potensi yang dimilikinya.
4. Kebenaran
(kebajikan dan kejujuran)
Kebenaran dalam konteks
ini selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan, mengandung pula dua
unsur yaitu kebajikan dan kejujuran.Dalam konteks bisnis kebenaran dimaksudkan
sebagia niat,sikap dan perilaku benar yang meliputi proses akad (transaksi)
proses mencari atau memperoleh komoditas pengembangan maupun dalam proses upaya
meraih atau menetapkan keuntungan. Dengan prinsip kebenaran ini maka etika
bisnis sangat menjaga dan berlaku preventif terhadap kemungkinan adanya
kerugian salah satu pihak yang melakukan transaksi ,kerjasama atau perjanjian
dalam bisnis.
5. Prinsip
keadilan / Keseimbangan (Equilibrium)
Perusahaan harus
bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya,
upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada
konsumen, dan lain-lain.
6. Prinsip
hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra
baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan
prinsip keadilan.
7. Tanggung
jawab (Responsibility)
Kebebasan tanpa batas
adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut
adanya pertanggungjawaban dan akuntabilitas. untuk memenuhi tuntunan keadilan
dan kesatuan, manusia perlu mempertanggungjawabkan tindakannya. secara logis
prinsip ini berhubungan erat dengan kehendak bebas. Ia menetapkan batasan
mengenai apa yang bebas dilakukan oleh manusia dengan bertanggungjawab atas
semua yang dilakukannya.
F Pengertian
Budaya dalam Lingkup Bisnis
Secara terminologi budaya adalah
keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, kelembagaan dan artefak buatan manusia
yang mencirikan populasi manusia. Jadi budaya dapat diartikan yaitu budaya
terdiri atas pola-pola yang dipelajari mnengenai perlaku umum bagi anggota dari
masyarakat tertentu yaitu gaya hidup yang unik dari suatu kelompok atau orang
tertentu.
Kebudayaan adalah kumpulan nilai,
kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dan sikap yang membedakam suatu masyarakat
dari yang lainnya. Kebudayaan suatu masyarakat menentukan ketentuan- ketentuan
yang mengatur bagaimana perusahaan dijalankan dalam masyarakata tersebut.
Terdapat cara bagi para pelaku
bisnis internasional untuk menyesuaikan diri atau hidup dengan budaya-budaya
lain yaitu menyadari bahwa adanya budaya yang berbeda dari budayanya sendiri
dan mereka harus mempelajari karakteristik dari budaya-budaya tersebut sehingga
dapat beradaptasi. Tetapi menurut E.T. Hall terdapat dua cara untuk
menyesuaikan diri dari budaya moral lain yaitu:
1. Menghabiskan
seumur hidup disuatu negara tersebut.
2. Menjalani
suatu program pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif yang mencakup
karakteristik-karakteristik utama dari suatu budaya, termasuk budaya.
Terdapat enam nasihat atau cara
dalam melakukan bisnis lintas budaya internasional antara lain:
1. Lakukanlah
persiapan.
2. Jangan
terburu-buru.
3. Bangkitkan
kepercayaan.
4. Memahami
pentingnya bahasa.
5. Menhormati
budaya.
6. Memahami
unsur-unsur budaya.
Budaya juga sangat mempengaruhi semua fungsi bisnis misalnya dalam pemasaran, beraneka ragam sikap dan nilai menghambat banyak perusahaan untuk mengunakan bauran pemasaran yang sama disemua pasar. Begitu juga dalam manajemen sumber daya manusia, budaya nasional merupakan kunci penentu untuk mengevaluasi para manajer, serta dalam produksi dan keuangan faktor budaya sangat berpengaruh dalam kegiatan produksi dan keuangan.
G. Pedoman Tingkah Laku
Antara manusia dan kebudayaan
terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick
Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua
tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya
naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian
prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan
dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses
internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
H. Apresiasi Budaya
Istilah apresiasi
berasal dari bahasa inggris “apresiation” yang berarti
penghargaan,penilaian,pengertian. Bentuk itu berasal dari kata kerja ” ti
appreciate” yang berarti menghargai, menilai,mengerti dalam bahasa indonesia
menjadi mengapresiasi. Apresiasi budaya adalah kesanggupan untuk menerima dan
memberikan penghargaan, penilaian, pengertian terhadap hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia.
I. Hubungan Etika dan Budaya
Etika pada dasarnya adalah standar
atau moral yang menyangkut benar-salah, baik-buruk. Dalam kerangka konsep etika
bisnis terdapat pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja, dan etika
perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan,
karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan
karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan
lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan
karyawannya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
J. Pengaruh Etikaterhadap Budaya
Etika seseorang dan etika bisnis adalah
satu kasatuan yang terintegrasi sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan
yang lainnya, keduanya saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku antar
individu maupun kelompok, yang kemudian menjadi perilaku organisasi yang akan
berpengaruh terhadap budaya perusahaan. Jika etika menjadi nilai dan
keyakinan yang terinternalisasi dalam budayau perusahaan, maka akan berpotensi
menjadi dasar kekuatan perusahaan dan akhirnya akan berpotensi menjadi stimulus
dalam peningkatan kinerja karyawan.
Terdapat pengaruh yang signifikan
antara etika seseorang dariu tingkatan manajer terhadap tingkah laku etis dalam
pengambilan keputusan. Kemampuan seorang profesional untuk dapat mengerti
dan pekau terhadap adanya masalah etika dalam profesinya sangat dipengaruhi
oleh lingkungan, sosial budaya, dan masyarakat dimana dia berada. Budaya
perusahaan memberikan sumbangan yang sangat berartiu terhadap perilaku etis.
Perusahaan akan menjadi lebih baik jika mereka membudayakan etika dalam
lingkungan perusahaannya.
K. Kendala dalam Mewujudkan Kinerja
Bisnis yang Etis
Mentalitas para pelaku bisnis,
terutama top management yang secara moral rendah, sehingga berdampak pada
seluruh kinerja Bisnis. Perilaku perusahaan yang etis biasanya banyak
bergantung pada kinerja top management, karena kepatuhan pada aturan itu
berjenjang dari mulai atas ke tingkat bawah. Kendala dalam Mewujudkan Kinerja
Bisnis yang Etis, yaitu :
1. Faktor budaya masyarakat
yang cenderung memandang pekerjaan bisnis sebagai profesi yang penuh dengan
tipu muslihat dan keserakahan serta bekerja mencari untung.
2. Faktor sistem
politik dan sistem kekuasaan yang diterapkan oleh penguasa sehingga menciptakan
sistem ekonomi yang jauh dari nilai-nilai moral. Hal ini dapat terlihat dalam
bentuk KKN.
PENUTUP
Kebudayaan adalah
kumpulan nilai, kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dan sikap yang membedakan
suatu masyarakat dari yang lainnya. Kebudayaan suatu masyarakat menentukan
ketentuan- ketentuan yang mengatur bagaimana perusahaan dijalankan dalam
masyarakat tersebut.
Etika adalah kebiasaan
yang baik yang ada dalam masyarakat yang diturunkan dari generasi ke generasi,
agak berbeda dengan estetika yang bercerita tentang indah dan kurang indah,
logika yang bercerita tentang benar dan salah, etika bercerita tentang baik buruk.
Etika menjadi sandaran
budaya, budaya adalah cara bagaimana kita melakukan sesuatu, tentu saja cara
itu adalah cara yang baik karena bersandar pada etika. Etika bisnis yaitu salah
satu etika terapan yang merupakan standar moral yang dijadikan pedoman dalam
berperilaku dalam bisnis. Budaya perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis.
Budaya perusahaan merupakan kebiasaan yang baik yang dilakukan oleh perusahaan,
ini merupakan pembeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lain.
Referensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar